SUMBAR|Langit pagi di halaman Markas Kepolisian Daerah Sumatera Barat menjadi saksi dimulainya langkah besar dalam upaya membangun budaya tertib berlalu lintas. Operasi Keselamatan Singgalang 2026 resmi digelar, ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Polda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, pada Senin pagi awal Februari.
Apel tersebut bukan sekadar seremoni rutin tahunan, melainkan penegasan komitmen institusi kepolisian untuk menghadirkan keselamatan sebagai kebutuhan utama masyarakat pengguna jalan. Di hadapan jajaran personel lintas satuan, Brigjen Pol Solihin menyampaikan kesiapan Polda Sumbar dalam mengawal keamanan lalu lintas secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Operasi Keselamatan Singgalang 2026 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Rentang waktu ini dipilih sebagai fase krusial menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat menuju perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, yang secara tradisional diwarnai lonjakan arus kendaraan.
Dalam amanat Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta yang dibacakan oleh Brigjen Pol Solihin, ditekankan bahwa operasi tahun ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Pendekatan tersebut menjadi refleksi dari evaluasi operasi sebelumnya, yang menunjukkan penurunan angka kecelakaan namun masih diiringi meningkatnya fatalitas korban.
Data itu menjadi alarm serius bagi Polda Sumbar. Penurunan kecelakaan sebesar 22 persen pada tahun lalu tidak lantas menjadi alasan berpuas diri, mengingat angka korban meninggal dunia justru mengalami kenaikan signifikan. Dari sinilah strategi operasi 2026 dirancang lebih menyentuh akar persoalan.
Brigjen Pol Solihin menegaskan bahwa keselamatan tidak bisa hanya dibangun melalui penindakan semata. Edukasi dan kesadaran publik menjadi fondasi utama agar masyarakat memahami bahwa tertib berlalu lintas adalah kebutuhan bersama, bukan sekadar kepatuhan karena kehadiran aparat.
Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, mulai dari deteksi dini dan pemetaan titik rawan kecelakaan serta kemacetan, hingga penguatan sosialisasi masif melalui berbagai saluran komunikasi publik. Media konvensional dan digital dimanfaatkan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Pembatasan operasional kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas juga menjadi perhatian serius, terutama saat memasuki fase mudik dan arus balik. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi potensi kecelakaan fatal di jalur-jalur padat lalu lintas.
Dalam hal penegakan hukum, Polda Sumbar mengandalkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement, baik statis maupun mobile. Namun demikian, pendekatan persuasif tetap dikedepankan melalui pemberian teguran humanis yang mengedukasi, bukan menakut-nakuti.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menegaskan bahwa seluruh personel telah dibekali arahan jelas agar menghindari tindakan kontraproduktif di lapangan. Menurutnya, kehadiran polisi harus dirasakan sebagai pelindung dan sahabat masyarakat.
Ia menekankan bahwa tujuan utama operasi ini adalah menumbuhkan kesadaran internal masyarakat. Disiplin berlalu lintas diharapkan lahir dari kesadaran akan keselamatan diri sendiri dan orang lain, bukan semata karena takut sanksi.
Lebih jauh, Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa sinergi lintas instansi menjadi elemen penting dalam mendukung keberhasilan operasi. Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dilakukan untuk memastikan pelayanan publik berjalan profesional dan transparan.
Komitmen menjaga integritas juga menjadi pesan kuat dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Singgalang 2026. Polda Sumbar menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan harus bersih dari praktik-praktik yang mencederai kepercayaan publik.
Melalui operasi ini, Polda Sumbar berharap dapat menciptakan situasi lalu lintas yang kondusif sebagai fondasi awal pengamanan mudik Lebaran. Keselamatan di jalan raya diposisikan sebagai tanggung jawab kolektif antara aparat dan masyarakat.
Operasi Keselamatan Singgalang 2026 tidak hanya menjadi agenda kepolisian, tetapi juga cerminan keseriusan negara dalam melindungi warganya. Di bawah komando Brigjen Pol Solihin dan dukungan penuh jajaran Polda Sumbar, langkah menuju lalu lintas yang lebih aman terus digerakkan.
Dengan semangat humanis, edukatif, dan profesional, Polda Sumbar mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya. Jalan raya bukan arena adu kecepatan, melainkan ruang bersama yang harus dijaga demi nyawa dan masa depan.
Andri HD

0 Komentar